Bahaya Penggunaan Pestisida Bagi
Kesehatan Manusia
Pestisida merupakan zat kimia bersifa
racun yang sering digunakan para petani untuk membunuh hama, namun zat kimia
tersebut tidak saja bersifat racun pada hama tetapi juga bersifat racun
terhadap manusia, ternak dan organisme berguna lainnya. Oleh karena itu,
prosedur penggunaan, penyimpanan, serta pembuangannya harus diperhatikan.
Penggunaan pestisida dalam jangka
panjang juga dapat merusak kualitas tanah karena kurang lebih hanya 20 persen
pestisida mengenai sasaran sedangkan 80 persen lainnya jatuh ke tanah.
Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian.
Untuk menanggulangi masalah ini ada beberapa cara salah satunya adalah dengan cara budidaya organik. Selain lebih
sehat dan lebih ramah lingkungan biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak,
karena pestisida yang digunakan diganti dengan pupuk organik yang ada disekitar
kita seperti pupuk kandang daun-daunan dan lain sebagainya.
Apabila masuk ke dalam rantai makanan, sifat
beracun bahan pestisida yang dikonsumsi secara jangka panjang dapat menimbulkan
beberapa penyakit bagi manusia yaitu :
·
Gangguan Kehamilan dan Perkembangan Janin
Selain
masuk ke sistem saraf, hama pestisida juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia
tidak terkecuali pada tubuh ibu hamil. Hal ini tentu saja sangat membahayakan
janin karena janin belum memiliki sistem detoksifikasi atau pembersihan racun
dalam tubuh dan juga memilki sistem kekebalan tubuh yang belum kuat. Janin yang
terpapapr bahan kimia (pestisida) lebih rentan mengalami kerusakan seperti
kondisi bibir sumbing, cacat jantung dan juga beresiko menurunkan IQ pada janin.
·
Gangguan Reproduksi
Pestisida dapat menyebabkan gangguan
pada sistem reproduksi baik laki-laki maupun wanita. Bagi laki-laki dapat
mengakibatkan gangguan hormon sehingga dapat enyebabkan produksi sperma
menurun. Selain itu, wanita yang sering mengkonsumsi makanan yang mengandung
pestisida cenderung krang subur dan beresiko melahirkan secara prematur. Risiko
terparah pada penggunaan pestisida dapat menyebabkan kemandulan.
·
Resiko Pubertas Dini
Penggunaan
pestisida dalam jangka panjang oleh anak laki-laki berujung pada meningkatnya
hormon testosteron. Peningkatan hormon tersebut berakibat pada pubertas dini.
Anak laki-laki yang pubertas dini sangat berisiko karena anak kecil memiliki
rasa keingintahuan yang tinggi. Rasa keingin tahuan tersebut bisa berakibat
pada sex yang menyimpang.
·
Kanker
Zat
yang terkandung pada pestisida bersifat karsinogenik yang bersifat merusak.
Selain itu bahan yang mengandung karsinogenik tidak dapat diurai dan mengendap
di dalam tubuh. Meskipun kandungan pestisida dalam makanan terbilang sedikit,
namun jika dikonsumsi secara terus-menerus endapan tersebut juga bertambah
banyak. Jika orang terus mengkonsumsi makanan tersebut maka dia akan berisiko
terkena kanker.
Post a Comment